Postingan

Pemanfaatan Pupuk Organik Cair

               Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan , dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beranekaragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi. Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta ...

Pupuk organik

  Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup , seperti pelapukan sisa -sisa tanaman , hewan , dan manusia . ( Sutanto, 2002) Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia , dan biologi tanah . Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen ( jerami , brangkasan , tongkol jagung , bagas tebu , dan sabut kelapa ), limbah ternak , limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota atau sampah. (   Suriadikarta, 2006)   Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahanorganik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi haratersedia bagi tanaman. Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tenpupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahanorganik yang berasal dari tanaman dan ata...

Analisa Aktivitas Anti Bakteri Metode Difusi Agar: UJI BAKTERI, Pembuatan Media, Pembuatan Kertas Cakram, Perhitungan Koloni Bakteri, Penentuan Lebar Daerah Hambat

  UJI BAKTERI Pembuatan Media Media yang digunakan adalah media padat Tryptone Soya Agar (TSA) dan media cair Tryptone Soya Broth (TSB).Media TSA dibuat dengan melarutkan 40 gram serbuk dalam 1 L aquadest , laludiaduk-aduk hingga larut dan homogen. Sedangkan media cair TSB dibuat dengan melarutkan 30 gram serbuk dalam 1 L aquadest , laludiaduk-aduk hingga larut dan homogen. Sebelum digunakan, kedua media ini disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121°C selama 20 menit. Pembuatan Kertas Cakram Pembuatan kertas cakram dilakukan dengan menyiapkan potongan kertas dibuat kertas cakram berdiameter 6 mm dibuat dari kertas saring Whatman, diletakan dalam cawan petri kemudian disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121°C selama 20 menit, kemudian kertas cakram yang telah disterilkan tersebut ditetesi larutan uji masing-masing ekstrak dengan berbagai konsentrasi dan kontrol positif serta kontrol negatif masing-masing sebanyak 15 μL. Perhitungan Koloni Bakteri Perhitungan jumlah kol...

Pengukuran Kadar Vitamin B12 Tempe Dengan HPLC

Gambar
  Analisa kadar vitamin B 12 tempe diukur dengan menggunakan HPLC (Agilent 1100) dengan detektor UV-VIS dan kolom Eclipse XBD C 18 (5µm, 150 × 4.6 mm i.d.). Panjang gelombang yang digunakan 361 nm dengan pelarut 0.025% v/v asam triflouroasetat (Aldrich, 302031) dalam akuabides dan asetonitril (Merck, 100030) dengan perbandingan 25:75. Kecepatan aliran yang digunakan adalah 0.25 ml/ menit dengan volume injeksi 20 µl. Larutan stok standar vitamin B 12 (Sigma, V2876) dipersiapkan dengan melarutkan 10 mg dari standar vitamin B 12 dalam 100 ml.

Pengukuran Aktivitas Antioksidan Dengan DPPH

  Sebanyak 1 mL filtrat dari ekstrak sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi, lalu ditambahkan larutan  DPPH  0,2  mM sebanyak  2 mL. Blanko yang digunakan adalah etanol , sedangkan untuk kontrol digunakan etanol sebagai pengganti sampel dalam larutan DPPH. Setelah itu, campuran suspense diinkubasi dalam kondisi gelap pada suhu ruang selama  30 menit, kemudian absorbansi larutan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm (Pabesak et al . 2013). Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam % penghambatan yang dapat dihitung dengan persamaan:  AKTIVITAS PENGHAMBATAN (%)= abs kontrol - abs sampel x 100%                  abs kontrol

TEMPE

  Tempe diminati oleh masyarakat karena harganya murah dan memiliki kandungan protein nabati yang tinggi.   Proses fermentasi menyebabkan tempe memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kacang kedelai. Pada tempe, terdapat enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, sehingga protein, lemak dan karbohidrat menjadi lebih mudah dicerna. Kapang yang tumbuh pada tempe mampu menghasilkan enzim protease untuk menguraikan protein menjadi peptida dan asam amino bebas (Astuti et al ., 2000).   Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe,   40% untuk memproduksi tahu dan 10% untuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 6,45 kg. Umumnya, masyarakat Indonesia mengkonsumsi tempe sebagai panganan pendamping nasi. Dalam per...